Selalu saja jenis kelamin merupakan suatu teka-teki di setiap kehamilan. Sudah dimulai sejak jaman Hipocrates (460 SM) teka-teki mendapatkan anak dengan jenis kelamin sesuai pilihan sudah dimulai.
Waktu abad kelima sebelum masehi, filusuf Yunani kuno - Paramides, mengenalkan teori kanan-kiri. Istri harus berbaring miring ke kanan jika ingin anak laki-laki dan miring ke kiri jika ingin anak perempuan. Kemudian ada teori dari Anaxagoras, yang menyebutkan bahwa yang dihasilkan oleh testis kanan adalah anak laki-laki sedangkan testis kiri anak perempuan. Bahkan ada yang lebih aneh lagi, menurut kepercayaan di propinsi Madena (Italia), sang suami harus menggigit telinga kanan istri sewaktu senggama agar mendapatkan anak laki-laki. Di Pansylvania juga tidak kalah konyolnya, suami harus menggantungkan celana dalamnya disebelah kanan tempat tidurnya agar dapat keturunan laki-laki, dan begitupula sebaliknya.
Seiiring dengan perkembangan jaman dari beberapa pengamatan, maka beberapa metode semi ilmiah hingga ilmiah mulai dihepotesiskan. Seperti teori kalender cina, para tabib atau ilmuwan diwaktu jaman dahulu membuat suatu catatan kalender tradisional cina yang menyimpulkan ada hubungan korelatif antara umur ibu dan bulan pada waktu haid terakhir dengan jenis kelamin. Para tabib itu dengan telatennya mencatat kejadian kelahiran para wanita di Cina dan dibuat suatu rumusan yang yang dikenal dengan ‘Teori Kalender Cina’ ïƒ liat gambar. (gimana ya cara menampilkan gambar di thread ini?)
Tetapi, ada hipotesis yang mungkin lebih bisa kita terima – yaitu beberapa tehnik senggama yang secara teori dapat menentukan jenis kelamin bayi nantinya.
Untuk jenis kelamin Perempuan:
1.Lakukan senggama 2 hari sekali setelah berhenti haid, lalu hentikan aktivitas senggama dalam 2 hari menjelang ovulasi. Senggama dapat diulang lagi 2 hari setelah ovulasi. Karena sperma jenis perempuan (X) akan tetap bertahan dalam 2 hari.
2.Istri berusaha menghindari orgasmus atau dalam berhubungan jangan orgasmus. Karena dengan orgasmus akan mengeluarkan sekresi alkalis yang akan menetralisir lingkungan asam.
3.Posisi: muka berhadapan muka, suami diatas dan istri dibawah, agar posisi penis saat ejakulasi sperma tidak langsung menerobos ke mulut rahim dan pada saat-saat terjadi ejakulasi, jangan terlalu dalam penetrasi penis, cabut sebagian.
Untuk jenis kelamin Laki-laki
1. Lakukan senggama sedekat mungkin dengan saat terjadinya ovulasi (lihat box bawah). Tepatnya 12 jam sebelum dan pasca ovulasi.
2. Istri mencapai orgasmus lebih dulu kemudian baru suami ejakulasi. Karena dengan orgasmus suasana akan sedikit basa, sperma Y tidak mudah mati disuasana ini.
3. Posisi: knee-chest (genu-pektoral) dimana suami mendekati atau memasukan penis ke vagina istri dari belakang.
4. Pada saat-saat terjadi ejakulasi, lakukan penetrasi penis secara dalam.
5. Puasa atau pantangan bersenggama sangat diperlukan mulai dari haid kering sampai hari terjadinya ovulasi. Sehingga volume sperma akan menjadi sebanyak mungkin.
Menurut penelitian cara tersebut diatas cukup efektif (tingkat keakuratan 80-90%)* jika dilaksanakan secara cermat.
Oce, selamat mencoba....
catattan:
Apa Ovulasi itu dan Kapan Saya Ovulasi?
Ovulasi adalah proses lepasnya sel telur (ovum) yang telah masak dari ovarium (indung telur).
Jika anda mempunyai siklus haid yang teratur, misal 28 hari sekali, maka ovulasi akan terjadi 14 hari sebelum hari pertama haid berikutnya. Jadi jika siklus haid anda setiap 28 hari, maka saat ovulasinya adalah hari ke 14 (28-14=14). Tetapi jika panjang siklus haid anda tidak teratur, sulit untuk menghitung secara tepat kapan anda berovulasi.
Sel telur yang telah diovulasikan dapat bertahan hidup antara 1-3 hari berikutnya.
Referensi: **link.


